Bisma menatap tajam Dicky, ia benar-benar tak menyangka dengan apa yang di lakukan Dicky semalam.
“ Puas kan lo..!! ” Bisma membantk Dicky dia mengacak rambutnya.
“ Bis maafin gue ” Dicky menunduk.
“ Gue bener-bener kecewa sama lo Dick, lo boleh frustasi tapi gak gini caranya...!!! ” Bisma pergi meninggalkan sahabatnya itu. Sementara Dicky hanya menunduk dan menyandarkan tubuhnya.
••••
“ Maafin aku yah Morgan aku bener-bener gak tau? ” Anggi merasa bersalah kepada Morgan. Ternyata Morgan adalah pamannya Tari.
“ Gak apa-apa ko, oh ya tolong bilangin ke Tari yah. Nanti di suruh sama om Alex makan malam ” Morgan langsung berlalu pergi. Sementara Anggi hanya mengangguk-ngangguk saja. Dia lalu mengambil omlet buatannya dan dia makan.
“ Hmm.. Jadi gak enak sendiri akunya ” Anggi mulai memakan omletnya. Setelah selesai sarapan Anggi berlalu ke kolam renang belakang rumah Tari. Ia menyelupkan kakinya ke kolam dan memain-mainkan air oleh tangannya.
“ Bosen juga kalau gak ada kegiatan ” Anggi melihat layar hp nya. Wallpapernya masih sama seperti dulu. Di mana saat dirinya dan Hendra bertunangan.
“ Seharusnya aku udah ngurus kamu Hendra, atau mungkin aku udah hamil anak kamu. ” Anggi tak sadar meneteskan air matanya. Kenapa ini harus terjadi kepadanya? Ia ingin sekali hidup bersama Hendra, membina rumah tangga dengan lelai yang sudah 5 tahun ia pacari. Tapi, kenapa Tuhan tak adil kepadanya. Namun, Anggi tak boleh menyalahkan Tuhan. Karena, mungkin Tuhan lebih sayang kepada Hendra.
•••••
Mungkin, aku harus ikhlas. Ikhlas dengan apa yang terjadi kepadaku. Aku sedih pun percuma. Semua itu tak akan kembali lagi. Belajar ikhlas dan sabar adalah kunci satu-satunya. Masa depanku masih panjang, aku masih mempunyai mimpi yang harus aku raih. Aku masih mempunyai orang-orang yang sayang kepadaku. Aku tak mau membuat mereka sedih, keranaku. Aku tak mau menjadi perempuan lemah. Aku harus kuat, demi mereka.
“ Rin.. ” Bisma memeluk Airin yang sedang berkutif dengan buku diary nya. Airin memejamkan matanya. Ia sama sekali tak membalas pelukan dari kekasihnya.
“ Kamu gak kenapa-napa kan sayang? ” Bisma mengusap pipi Airin. Airin mengangguk dan tersenyum.
“ Kamu kira aku kenapa? ” Airin. Bisma menggelng.
“ Aku lamar kamu yah? Terus kita Nikah. Supaya nanti kamu bisa ikut aku.. ” Bisma. Airin menggeleng.
“ Aku gak kenapa-napa ko. Kamu pergi aja, aku bakal nunggu kamu ko. ” Airin tersenyum dan menyandarkan kepalanya ke pada bahu Bisma. Bisma mengusap bahu Airin, ia takut bila dia pergi terjadi apa-apa kepada Airin.
“ Rin ayolah kita nikah yah? Aku janji gak bakal ngungkit apa yang terjadi sama kamu. Aku gak mau kalau aku pergi nanti kamu.. Kamu.. ” Bisma menunduk. Mulutnya seakan terkunci ia tak mau menyakiti kekasihnya.
“ Aku masih harus nerusin kuliah. Kamu pergi aja, aku bakal nunggu kamu. Tapi kamu harus janji sama aku. Saat kamu pulang nanti, kamu harus sudah sukses yah? Baru kamu lamar aku.. ” Airin menatap Bisma. Dengan berat hati Bisma menganggukan kepalanya. Ia raih tengkuk Airin, dan mengecup bibir kekasihnya.
••••
“ Anggi ayolah ikut, mama sama papa nyuruh kamu ikut.. ” Tari yang sedang merias dirinya di depan cermin, membujuk Anggi agar mau ikut.
“ Nggak ah, aku gak mau. Ntar kaya kemarin aku jadi kacang goreng ” Anggi.
“ Yah engga lah nggi, nanti kita cuman makan malam doang. ” Anggi bangkit dan pergi ke kamar mandi. Tari tersenyum bahagia.
•••
“ Wah jadi ini yah saudara kamu yang dari Bandung cantik sekali.. ” Ucap Ny. Alex kepada Ny. Yanto.
“ Ia Anggi namanya. Ayo nggi kenalan dulu ” Anggi tersenyum dan mengulurkan tangannya kepada Ny. Alex.
“ Ya sudah mendingan kita makan sekarang ” Ny. Alex bangkit dari duduknya. Ia melangkahkan kakinya ke ruang makan di susul Anggi, Tari, Tn. Yanto dan Ny. Yanto.
“ Dicky kamu mau kemana lagi? ” terdengar suara bentakan dari atas membuat langkah mereka terhenti.
“ Mending kita langsung ke meja makan saja. Biasa anak-anak saya kerjaannya ribut melulu ” Ny. Alex merasa malu dia pun melanjutkan langkahnya.
“ Ke tempat biasa lah bang masa lo gak tau ” Sementara di ruang atas pria yang bernama Dicky menatap sinis kakanya.
“ Lo mau ngapain lagi? Lo gak nyadar sama apa yang lo lakuin ke Airin semalem ”
Follow @ndiiMoo_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar