Daptar :)

Rabu, 06 Agustus 2014

“ Sang Pendaki ” part2

Rafael dan anak-anak yang lain sedang mendapatkan arahan dari kuncen gunung itu. Agar mereka tak salah langkah, dan melanggar perturan yang ada.

“ Demi keselamatan bersama mari kita berdo'a menurut kepercayaan dan keyakinan masing-masing. Berdo'a, mulai..!!” tegas kuncen tersebut, semua nya saling menundudukan kepala dan berdo'a dengan khusyu. Bagaimanapun juga mereka tak ingin kenapa-napa nantinya.

“ Baik Rafael kamu pegang ini, bila ada apa-apa pada mereka kamu pergunakan ini sebagai obat dan pakaikan kalung ini kepada semua perempuan ” Rafael mengangguk dia menerima pemberian kuncen itu, sementara kalung langsung Rafael kasih kepada Rangga. Agar Rangga beri kepada para perempuan.

“ Terimakasih pak? ”Rafael menjabat tangan kuncen itu.

“ Hati-hati, kalau sedang darurat dan alat komunikasi kamu kehabisan daya isi kamu tau kan harus bagaimana? ” Rafael mengangguk dia mengatur barisan dan akan membuat 4 kelompok.

“ Satu tim 5 orang yah, jadi yang mimpin nanti saya, Rangga, Reza dan Morgan. Tim akan saya bagi secara berturut dan gak ada yang protes ” Rafael menekan setiap ucapannya. Dia bagi dengan sangat adil, walaupun Rafael mencintai Valery dia tak memilih satu tim dengan Valery. Yang berpacaran Rafael hanya membuat Morgan dan Chilla satu tim. Karena, ia tau mereka akan membuat rusuh bila di pisahkan dan pastinya merepotkan. Rafael sudah selesai membagi tim nya ia menyuruh tim pertama yang di mimpin Rangga agar terlebih dahulu berangkat. Di mana Rangga, David, Dimas, Rara dan Disti. Di susul tim ke dua, Morgan, Chilla, Valery, Ilham dan sekar. Tim ke tiga, Bisma, adelia, Reza, Salsa, Dicky. Dan tim empat Rafael, Feryn, Mala, Bobi, dan Rio.

•••

Perjalanan semakin jauh, langit terlihat mendung. Rafael menghubungi Rangga agar berhenti dan segera memasang tenda untuk mereka. Karena, hari sepertinya akan turun hujan. Memang tim pertama yang membawa perlengkapan tenda. Benar saja saat Rafael dan rombongannya sampai gerimis turun, para perempuan sedang sibuk menaburkan garam ke seliling tenda.

“ Lama banget lo Raf ” Rangga menghampiri Rafael. Rafael hanya tersenyum dan melepaskan ranselnya. Dia sedikit tertawa saat melihat Morgan dan Chilla yang saling suap-suapan makan pop mie berdua.

“ Udah biasa kan mereka? Mending lo masukin ransel lo ke tenda khusus penyimpanan mereka udah pada naro ” Rafael mengangguk dan mengikuti saran Rangga.

“ Satu tenda 2 senter, kalian ada senter semua kan? ” Rangga bertanya, mereka semua mengangguk. Rangga sudah membagi nya satu tenda berisi 4 - 6 orang.

“ Ayo cepat masuk ke tenda, dan makan bekal kalian. Oh ya jangan ada yang keluar sampai besok pagi ” Rafael memperingati semua siswa. Karena hujan sudah mulai turun.

“ Ka Rafa ganggu aja padahalkan lagi sosweet sama my baby ku ” Chilla mengerucutkan bibirnya. Valery yang sedang merapikan tempat tidur hanya terkekeh kecil. Karena kalau ia menjawab pasti bakal panjang ceritanya.

“ ka Mala lagi apa? ” tanya Valery kepada seniornya, Mala hanya tersenyum dan kembali melanjutkan aktifitasnya. Sementara Sekar dia sudah tertidur dari tadi. Valery pun ikut tidur.

Malam semakin sunyi, hujan sudah mulai reda. Hanya bunyi hewan-hewan kecil yang terdengar seperti jangkrik, dan semacamnya. Chilla terbangun dari tidurnya dia ingin pipis.

“ Ve bangun, ” Chilla menggoyangkan tubuh Valery. Valery membuka matanya dan “ aaaaaa ” dia kaget saat melihat wajah Chilla.

“ Ih valery bangun ” Chilla kembali membangunkan Valery, Valery menarik nafasnya panjang ternyata Chilla hanya memakai masker.

“ Apaan sih? ” Valery mengucek matanya.

“ Chilla mau pipis anter dong ” Chilla membenarkan rambutnya.

“ Telp Morgan ke, ah ngantuk nih ” Chilla membangunkan sekar. Karena, tak mungkin dia menghubungi Morgan yang super kebo.

“ Apaan sih Chill? ” Sekar terbangun.

“ Anter pipis ” Sekar pun bangun dan keluar.

“ Valery tendanya seletingin lagi aku sama sekar mau pipis ” Chilla membawa senter dan berlalu keluar. Dengan sangat malas Valery kembali menutup tendanya. Namun, jantungnya berdebar begitu kencang saat ia melihat bayangan hitam dari luar tenda. Segera Valery berbaring dan menutupi mukanya dengan selimut.

Selasa, 05 Agustus 2014

“ Sang Pendaki ” part1

Cerita ini, cerita terbaru yang aku share di facebook. Kira-kira 2 bulan yang lalu. Dan baru sampe part7. Mau aku post semuanya.

Cast: SMASH, Morgan Oey, Valerya, Adelia, Chilla and other cast.
Genre: Horor, Mistakes, Sad, Fantasi, etc.



Suasana pagi begitu terasa di hari ini, hembusan angin memasuki celah-celah rongga hidung perempuan ini. Dia duduk di bangku taman yang terdapat pada kampus tepat ia mengajar. Misteri Hutan Belantara kira-kira itulah judul buka yang ia baca.

“ Valery, ” teriak seseorang yang tak asing bagi Gadis bernama Valery. Valery menoleh dan tersenyum. “Apa ka?” tanya Valery kepada pria yang ia panggil ka, Rafael.

“ Mmm itu, besok kaka mau ke hutan sambil ngedaki gunung. Kamu mau ikut? ” Rafael menggigit bibir bawahnya, berharap agar Valerry mau ikut dalam petualangannya kali ini.

“ Boleh.. Tapi, ka Reza sama ka Ilham ikut kan? ” Valery bertanya kepada Rafael.

“ Ya pasti lah dia kan tim kaka, thanks yah? ” Rafael mencolek dagu Valery dan berlari. Valery hanya tersenyum dan memegangi dagunya. Sementara di ujung sana seorang pria menatap sinis ke arah Valery dari raut wajahnya terpancar kebencian.

••••

Malam yang indah. Bintang, bertaburan di langit. Mungkin, bagi sebagian orang ini adalahanugrah tuhan. Karena, malam ini adalah malam yang sangat indah dan sangat sayang untuk di lewati. Berbeda dengan pria ini, dia menghisap rokok yang ia pegang lalu mengeluarkan asap dari mulutnya. Ia tersenyum sinis, akan rencana yang akan ia susun besok pagi.

“ Valery gue jamin besok lo bakal ada di genggaman gue lagi. ” Ucapan pria itu terdengar biasa. Namun, sangat menakutkan. Ada rencana besar yang akan ia susun kepada gadis yang bernama Valery.

“ Bisma, kamu ngapain di situ nak? Cepat masuk, katanya besok mau pergi sama teman-teman kamu..” seorang wanita paruh baya menghampiri anak semata wayangnya yang ia panggil Bisma.

“ Nanti mah, rokok Bisma belum abis ” Bisma tersenyum, mama Bisma hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Bagaimanapun juga, Bisma adalah anak satu-satunya.

“ Ya sudah, jangan kebanyakan merokok yah sayang? ” mama Bisma mengusap rambut Bisma, ia pun berlalu pergi. Bisma kembali menghisap rokoknya, ia pejamkan matanya. Lalu ia sedikit bermain-main dengan asap rokok itu.

“ Lo jatuh di tangan gue ”

•••••

Semua anggota pecinta alam telah siap berkumpul di kampus pagi ini, 20 orang bersama Rafael dan Rangga mereka telah berbaris sambil mendengarkan arahan dari Rafael.

“ Kalian mengerti? ” Rafael bertanya begitu tegas.

“ Mengerti.. ” seru mereka kompak. Setelah itu mereka semua memasuki mini bus untuk mengantarkan mereka ke hutan yang berada di gunung tujuan mereka tersebut.

“ Kamu sama aku yah Ve? ” tawar Rafael. Valery mengangguk dan duduk berdua dengan Rafael.

“ Awas hati-hati kaka-kakanya di samping ” Reza dan Ilham mengingatkan Rafae. Karena mereka tau bahwa Rafael menyukai adik mereka.

“ Tenang aja ko, gue gak bakal apa-apain adek lo ”Rafael terkekeh kecil dan mengusap lembut puncak kepala Valery.

“ Yang di belakang inget orang ” teriak Reza (lagi) dia mengingatkan Rangga dan Adelia yang duduk di kursi paling belakang.

“ Jones diem ” Rangga berteriak, membuat semua orang menertawai Reza. Bisma yang berada di belakang bangku Valrey dan Rafael hanya tersenyum sinis. Ia yakin bahwa rencananya akan berhasil.

“ Chilla cowok lo udah tidur aja haha dasar kebo ” Reza kembali berteriak, membuat Morgan yang sedang tertidur di pundak Chilla terbangun.

“ Hust.. Ka Reza ini Morgan jadi bangun kan, emm baby tidur lagi yah? ” Chilla mengusap kepala Morgan. Sementara Reza dan Ilham hanya tertawa.

“ Udah gede masih di kelonin ” celetuk Reza. Suasana sudah sunyi seiring sudah lamanya perjalanan, yang masih terjaga dari tidurnya hanya Ilham, Rangga, Rafael dan Bisma.

“ Kamu cantik kalau lagi tidur ” Rafael tersenyum memperhatikan wajah natural milik Valery. Sementara Bisma seperti ingin muntah mendengar ucapan Rafael yang terdengar olehnya.

“ Lo liat aja, Valery akan jadi milik gue lagi ”