Saat semua itu hilang dan saat semua itu tak bisa lagi ulang, di saat itu pula sebuah penyesalan datang. Andai waktu dapat di ulang, andai ia dapat berpikir lebih luas mungkin semua ini tak akan terjadi. Bisma masih bisa bersama kekasih hatinya, mungkin saat ini ia sudah menikah dengan Dina. Namun, apa mau di kata nasi sudah menjadi bubur. Itulah penyesalan.
Mau kah kau berlari-lari bersamaku kembali, seperti dulu lagi...
Mengulang nada indah di saat kita bernyanyi, you are.. You are Pramudina..
Bisma tersenyum saat ini menulis sebuah lirik lagu, ia menatap sebuah bingkai foto dirinya dan Dina. “Aku kangen kamu Din, ” Bisma tersenyum getir, sadar walaupun ia menggapai Dina itu sangat tak mungkin bagi dirinya. “ Aku tau kamu pasti benci sama aku. Tapi, ini semua aku lakuin buat kamu Dina, buat kamu.. ”
•••
“ Makannya jangan cepet-cepet Din, nanti keselek, ” Morgan mencoba mengingatkan Dina yang terlihat begitu lahap menyantap Sate Kelinci kesukaannya.
“ Habis,, satenya enak sih.. Uhuk,uhukk ” rupanya Dina benar-benar keselak, padahal Morgan baru saja mengingatkannya beberapa detik yang lalu.
“ Tuh kan, bandel sih ” Morgan segera mengambil minuman Dina dan memberikannya kepada sang kekasih, “ Nih minum ” Morgan, Dina segera menerimanya. “ Makasih ” Dina tersenyum saat ia usai meminum.
“ Lanjutin makannya yah? Nanti bantu aku beres-beres ” Morgan.
“ Baiklah, mr.Bawel ” Dina hanya menahan tawa saat melihat wajah kekasihnya sedikit kesal.
•••
Penomena alam yang mampu membuat hati setiap orang yang melihatnya sejuk, hembusan angin bagai sebuah energi yang membuat pikiran tenang, suaranya seolah menghilangkan beban pikiran seketika. Pantai, yah itulah tempat Aelke bekerja. Ia berprofe sebagai Foto Grafer Artis di daerah Bandung, baginya bisa di beri kesempatan memotret di pantai adalah kesempatan yang langka. Karena, jarak pantai dari rumahnya begitu jauh. Itulah sebabnya ia sangat bersyukur bisa di tugaskan di sini. “ Ael, nanti aku harap pekerjaan kamu bagus yah? Ini Artisnya beda ” pesan seorang pria berwajah Chines, sebut saja Rafael.
“ Ia Raf, aku selalu berusaha yang terbaik. Ngomong-ngomong di sini enak yah? Bebanku seolah hilang ” Aelke. “ Namanya juga pantai El, besok kita ke puncak. Dan aku yakin kamu aka nlebih tenang di sana ”Rafael. Memang kehidupan Aelke begitu menyulitkan baginya, kedua orang tuanya baru saja meninggal beberapa hari yang lalu. Karena, kecelakaan pesawat. Hmm, malang sekali nasibnya bukan?
“ Ia, thanks yah Raf ” Aelke langsung pergi meninggalkan Rafael, karena ia takut Rafael membahasnya lebih jauh lagi. Itu akan membuat dia kepada Mom dan Dadynya. “ Maafin aku el, ” lirih Rafael.
•••
Bisma, ia sedang berbahagia hari ini. Karena, ayahnya mengijinkan dia untuk pulang ke Indonesia beberapa minggu. “ Makasih banget yah pa? Papah udah mau ngabulin permintaan Bisma, ” Bisma memeluk sang papah dengan erat, pertanda dia sangat behagia dengan semua ini. “ Ia Bismaa, kamu pasti kangen dengan kakamu kan? ” Om Karyana menepuk bahu Bisma.
“ Banget pah, makasih yah? Sekali lagi makasih ” Bisma, ia teringat sesuatu dengan sei gadis yang masih ada dalam hatinya tersebut. “ Semoga kamu maafin aku Dina ” Bisma bergumam dan dia memegang kalung #Peace pemberian kekasihnya beberapa tahun yang lalu. “ Ayo Bis, kamu segera bersiap-siap karena nanti malam kita take ” om Karyana, Bisma tak percaya. “Oh Tuhan, semoga ini memang benar-benar karuniamu untuk aku dan Dina bisa kembali bersatu.” Itulah sekarang yang ada dalam pikiran Bisma.
•••
“ Dina kamu sudah makan belum? ” Morgan yang sedang Video Call bersama kekasihnya, bertanya kepada Dina. Apahkah perut kekasihnya sudah terisi?.
“ Sudah dong, kamu gimana ” Dina.
“ Aku? Jangan di tanya, makanan di sini enak-enak loh Din. Jadi, gak ada alasan untuku tak makan di sini ” Morgan.
“ Kapan kamu ajak aku ke Bandung? ” Dina.
“ Kapan yah? Gimana kalau pas aku ada libur, 2 bulan lagi ” Morgan.
“ Baiklah, pacar aku yang super sibuk ” Dina. “ Morgan cepat beberap menit lagi kita pemotretan ” teriak manager Morgan dari luar.
“ Memang ada pemotretan juga yah? ” Dina.
“ Ia Din, buat covernya. Udah dulu yah? Nanti malem kita lanjut. ” Morgan.
“ Ya sudah, awas matanya jangan jelalatan ” Dina.
“ Gak bakal ko, sah Dinaa ” Morgan.
“ Yah.. ” Dina hanya tersenyum, setelah sambungan tersbut putus.
Morgan yang sudah selesai di makeup segera menghampiri keremunan orang-orang banyak tersebut. “ Morgan perkenalkan ini Rafael dan Aelke ” ucap pak Rudi manager Morgan.
“ Saya Morgan, ” Morgan tersenyum, Rafael hanya mengangguk sementara Aelke sedang pokus kepada camera Canonnya. “ Ael ini modelnya ” Rafael berbisik, Aelke segera menoleh dan jantungnya seolah berhenti berdetak saat melihat mata indah Mogan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar