Daptar :)

Senin, 02 Maret 2015

Atas KaruniaMu

Dikala kokok ayam mulai terdengar,
dan Mentari pagi mulai menyapa.
Disaat yang lain tak bisa lagi melihat indahnya pagi.

Atas KaruniaMu, aku bersyukur
masih bisa melihat indahnya pagi,
merasakan hangatnya mentari,
sejuknya angin dan kicauan burung.

Disaat yang lain, tak bisa lagi membuat harapan.
Atas KaruniaMu, aku bersyukur
masih bisa bangkit membuat harapan baru
untuk memulai kehidupan baru di hari ini.

Terkadang, jiwa ini selalu menyangkal.
Menyangkalaaaa bahwa engkau tak adil
saat aku tak mendapatkan apa yang aku mau.

Padahal kau telah memberikanku aku kehidupan,
yang belum tentu orang lain di luar sana masih bisa mendapatkannya.
Atas KaruniMu, aku masih bisa bernafas,
menikmati setiap detik-detik yang telah kau berikan kepadaku.

KaruniaMu begitu besara terhadapku,
senyuman bahagia yang selalu terpancar dari wajahku.,
keluarga yang selalu ada untukku,
sahabat yang selalu menemaniku,
kasih sayang yang selalu aku dapatkan.
itu semua tak terlepas dari KaruniaMu TUHAN....


-IndyMoo-

Makna Perjuangan

Selamat membaca karya saya lagi para sobat bloggers :) , don't copas ok...

                ***


Sebuah keberhasilan di raih dari sebuah perjuangan yang tak gampang.
Setetes air mata dan keringat yang mengalir untuk memperjuangkan sesuatu, akan tergantikan oleh senyuman sepanjang waktu.

Ketika keberhasilaan itu dapat di raih,
Ketika keberhasilan itu ada di depan mata,
dan ketika keberhasilan itu ada di genggaman tangan kita.
Itulah masa depan kita,
Masa depan yang di raih dari sebuah perjuangan panjang dan dari tetesan keringat serta air mata.

Jangan pernah menyerah dengan hidup,
jangan pernah mengeluh dengan kekurangan yang kita miliki,
dan jangan pernah mundur karena kegagalan yang menimpa kita.

Coba lihatlah kedepan, masa depan yang menanti kita.
Coba lihatlah ke mimpi, keinginan yang ingin kita gapai.
Dan cobalah untuk selalu melihat kebelakang, mengambil semua hikmah dari setiap kejadian yang sudah terjadi.


Hidup itu adalah perjuangan. Berjuanglah dan jangan menyerah
tuk dapatkan apa yang kita citakan demi Masa Depan. 



 -IndyMoo-

NEW

Hallo semua sekarang blogku akan di refresh dengan sesuatu yang berbeda. jadi mohon maaf kalau sedkit mengecewakan dan cerita sebelumnya tidak akan di lanjut kembali.

 -IndyMoo-

Rabu, 06 Agustus 2014

“ Sang Pendaki ” part2

Rafael dan anak-anak yang lain sedang mendapatkan arahan dari kuncen gunung itu. Agar mereka tak salah langkah, dan melanggar perturan yang ada.

“ Demi keselamatan bersama mari kita berdo'a menurut kepercayaan dan keyakinan masing-masing. Berdo'a, mulai..!!” tegas kuncen tersebut, semua nya saling menundudukan kepala dan berdo'a dengan khusyu. Bagaimanapun juga mereka tak ingin kenapa-napa nantinya.

“ Baik Rafael kamu pegang ini, bila ada apa-apa pada mereka kamu pergunakan ini sebagai obat dan pakaikan kalung ini kepada semua perempuan ” Rafael mengangguk dia menerima pemberian kuncen itu, sementara kalung langsung Rafael kasih kepada Rangga. Agar Rangga beri kepada para perempuan.

“ Terimakasih pak? ”Rafael menjabat tangan kuncen itu.

“ Hati-hati, kalau sedang darurat dan alat komunikasi kamu kehabisan daya isi kamu tau kan harus bagaimana? ” Rafael mengangguk dia mengatur barisan dan akan membuat 4 kelompok.

“ Satu tim 5 orang yah, jadi yang mimpin nanti saya, Rangga, Reza dan Morgan. Tim akan saya bagi secara berturut dan gak ada yang protes ” Rafael menekan setiap ucapannya. Dia bagi dengan sangat adil, walaupun Rafael mencintai Valery dia tak memilih satu tim dengan Valery. Yang berpacaran Rafael hanya membuat Morgan dan Chilla satu tim. Karena, ia tau mereka akan membuat rusuh bila di pisahkan dan pastinya merepotkan. Rafael sudah selesai membagi tim nya ia menyuruh tim pertama yang di mimpin Rangga agar terlebih dahulu berangkat. Di mana Rangga, David, Dimas, Rara dan Disti. Di susul tim ke dua, Morgan, Chilla, Valery, Ilham dan sekar. Tim ke tiga, Bisma, adelia, Reza, Salsa, Dicky. Dan tim empat Rafael, Feryn, Mala, Bobi, dan Rio.

•••

Perjalanan semakin jauh, langit terlihat mendung. Rafael menghubungi Rangga agar berhenti dan segera memasang tenda untuk mereka. Karena, hari sepertinya akan turun hujan. Memang tim pertama yang membawa perlengkapan tenda. Benar saja saat Rafael dan rombongannya sampai gerimis turun, para perempuan sedang sibuk menaburkan garam ke seliling tenda.

“ Lama banget lo Raf ” Rangga menghampiri Rafael. Rafael hanya tersenyum dan melepaskan ranselnya. Dia sedikit tertawa saat melihat Morgan dan Chilla yang saling suap-suapan makan pop mie berdua.

“ Udah biasa kan mereka? Mending lo masukin ransel lo ke tenda khusus penyimpanan mereka udah pada naro ” Rafael mengangguk dan mengikuti saran Rangga.

“ Satu tenda 2 senter, kalian ada senter semua kan? ” Rangga bertanya, mereka semua mengangguk. Rangga sudah membagi nya satu tenda berisi 4 - 6 orang.

“ Ayo cepat masuk ke tenda, dan makan bekal kalian. Oh ya jangan ada yang keluar sampai besok pagi ” Rafael memperingati semua siswa. Karena hujan sudah mulai turun.

“ Ka Rafa ganggu aja padahalkan lagi sosweet sama my baby ku ” Chilla mengerucutkan bibirnya. Valery yang sedang merapikan tempat tidur hanya terkekeh kecil. Karena kalau ia menjawab pasti bakal panjang ceritanya.

“ ka Mala lagi apa? ” tanya Valery kepada seniornya, Mala hanya tersenyum dan kembali melanjutkan aktifitasnya. Sementara Sekar dia sudah tertidur dari tadi. Valery pun ikut tidur.

Malam semakin sunyi, hujan sudah mulai reda. Hanya bunyi hewan-hewan kecil yang terdengar seperti jangkrik, dan semacamnya. Chilla terbangun dari tidurnya dia ingin pipis.

“ Ve bangun, ” Chilla menggoyangkan tubuh Valery. Valery membuka matanya dan “ aaaaaa ” dia kaget saat melihat wajah Chilla.

“ Ih valery bangun ” Chilla kembali membangunkan Valery, Valery menarik nafasnya panjang ternyata Chilla hanya memakai masker.

“ Apaan sih? ” Valery mengucek matanya.

“ Chilla mau pipis anter dong ” Chilla membenarkan rambutnya.

“ Telp Morgan ke, ah ngantuk nih ” Chilla membangunkan sekar. Karena, tak mungkin dia menghubungi Morgan yang super kebo.

“ Apaan sih Chill? ” Sekar terbangun.

“ Anter pipis ” Sekar pun bangun dan keluar.

“ Valery tendanya seletingin lagi aku sama sekar mau pipis ” Chilla membawa senter dan berlalu keluar. Dengan sangat malas Valery kembali menutup tendanya. Namun, jantungnya berdebar begitu kencang saat ia melihat bayangan hitam dari luar tenda. Segera Valery berbaring dan menutupi mukanya dengan selimut.

Selasa, 05 Agustus 2014

“ Sang Pendaki ” part1

Cerita ini, cerita terbaru yang aku share di facebook. Kira-kira 2 bulan yang lalu. Dan baru sampe part7. Mau aku post semuanya.

Cast: SMASH, Morgan Oey, Valerya, Adelia, Chilla and other cast.
Genre: Horor, Mistakes, Sad, Fantasi, etc.



Suasana pagi begitu terasa di hari ini, hembusan angin memasuki celah-celah rongga hidung perempuan ini. Dia duduk di bangku taman yang terdapat pada kampus tepat ia mengajar. Misteri Hutan Belantara kira-kira itulah judul buka yang ia baca.

“ Valery, ” teriak seseorang yang tak asing bagi Gadis bernama Valery. Valery menoleh dan tersenyum. “Apa ka?” tanya Valery kepada pria yang ia panggil ka, Rafael.

“ Mmm itu, besok kaka mau ke hutan sambil ngedaki gunung. Kamu mau ikut? ” Rafael menggigit bibir bawahnya, berharap agar Valerry mau ikut dalam petualangannya kali ini.

“ Boleh.. Tapi, ka Reza sama ka Ilham ikut kan? ” Valery bertanya kepada Rafael.

“ Ya pasti lah dia kan tim kaka, thanks yah? ” Rafael mencolek dagu Valery dan berlari. Valery hanya tersenyum dan memegangi dagunya. Sementara di ujung sana seorang pria menatap sinis ke arah Valery dari raut wajahnya terpancar kebencian.

••••

Malam yang indah. Bintang, bertaburan di langit. Mungkin, bagi sebagian orang ini adalahanugrah tuhan. Karena, malam ini adalah malam yang sangat indah dan sangat sayang untuk di lewati. Berbeda dengan pria ini, dia menghisap rokok yang ia pegang lalu mengeluarkan asap dari mulutnya. Ia tersenyum sinis, akan rencana yang akan ia susun besok pagi.

“ Valery gue jamin besok lo bakal ada di genggaman gue lagi. ” Ucapan pria itu terdengar biasa. Namun, sangat menakutkan. Ada rencana besar yang akan ia susun kepada gadis yang bernama Valery.

“ Bisma, kamu ngapain di situ nak? Cepat masuk, katanya besok mau pergi sama teman-teman kamu..” seorang wanita paruh baya menghampiri anak semata wayangnya yang ia panggil Bisma.

“ Nanti mah, rokok Bisma belum abis ” Bisma tersenyum, mama Bisma hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Bagaimanapun juga, Bisma adalah anak satu-satunya.

“ Ya sudah, jangan kebanyakan merokok yah sayang? ” mama Bisma mengusap rambut Bisma, ia pun berlalu pergi. Bisma kembali menghisap rokoknya, ia pejamkan matanya. Lalu ia sedikit bermain-main dengan asap rokok itu.

“ Lo jatuh di tangan gue ”

•••••

Semua anggota pecinta alam telah siap berkumpul di kampus pagi ini, 20 orang bersama Rafael dan Rangga mereka telah berbaris sambil mendengarkan arahan dari Rafael.

“ Kalian mengerti? ” Rafael bertanya begitu tegas.

“ Mengerti.. ” seru mereka kompak. Setelah itu mereka semua memasuki mini bus untuk mengantarkan mereka ke hutan yang berada di gunung tujuan mereka tersebut.

“ Kamu sama aku yah Ve? ” tawar Rafael. Valery mengangguk dan duduk berdua dengan Rafael.

“ Awas hati-hati kaka-kakanya di samping ” Reza dan Ilham mengingatkan Rafae. Karena mereka tau bahwa Rafael menyukai adik mereka.

“ Tenang aja ko, gue gak bakal apa-apain adek lo ”Rafael terkekeh kecil dan mengusap lembut puncak kepala Valery.

“ Yang di belakang inget orang ” teriak Reza (lagi) dia mengingatkan Rangga dan Adelia yang duduk di kursi paling belakang.

“ Jones diem ” Rangga berteriak, membuat semua orang menertawai Reza. Bisma yang berada di belakang bangku Valrey dan Rafael hanya tersenyum sinis. Ia yakin bahwa rencananya akan berhasil.

“ Chilla cowok lo udah tidur aja haha dasar kebo ” Reza kembali berteriak, membuat Morgan yang sedang tertidur di pundak Chilla terbangun.

“ Hust.. Ka Reza ini Morgan jadi bangun kan, emm baby tidur lagi yah? ” Chilla mengusap kepala Morgan. Sementara Reza dan Ilham hanya tertawa.

“ Udah gede masih di kelonin ” celetuk Reza. Suasana sudah sunyi seiring sudah lamanya perjalanan, yang masih terjaga dari tidurnya hanya Ilham, Rangga, Rafael dan Bisma.

“ Kamu cantik kalau lagi tidur ” Rafael tersenyum memperhatikan wajah natural milik Valery. Sementara Bisma seperti ingin muntah mendengar ucapan Rafael yang terdengar olehnya.

“ Lo liat aja, Valery akan jadi milik gue lagi ”

Senin, 30 Juni 2014

“ Takut Jatuh CINTA ” part3

Bisma menatap tajam Dicky, ia benar-benar tak menyangka dengan apa yang di lakukan Dicky semalam.
“ Puas kan lo..!! ” Bisma membantk Dicky dia mengacak rambutnya.
“ Bis maafin gue ” Dicky menunduk.
“ Gue bener-bener kecewa sama lo Dick, lo boleh frustasi tapi gak gini caranya...!!! ” Bisma pergi meninggalkan sahabatnya itu. Sementara Dicky hanya menunduk dan menyandarkan tubuhnya.

••••

“ Maafin aku yah Morgan aku bener-bener gak tau? ” Anggi merasa bersalah kepada Morgan. Ternyata Morgan adalah pamannya Tari.
“ Gak apa-apa ko, oh ya tolong bilangin ke Tari yah. Nanti di suruh sama om Alex makan malam ” Morgan langsung berlalu pergi. Sementara Anggi hanya mengangguk-ngangguk saja. Dia lalu mengambil omlet buatannya dan dia makan.
“ Hmm.. Jadi gak enak sendiri akunya ” Anggi mulai memakan omletnya. Setelah selesai sarapan Anggi berlalu ke kolam renang belakang rumah Tari. Ia menyelupkan kakinya ke kolam dan memain-mainkan air oleh tangannya.
“ Bosen juga kalau gak ada kegiatan ” Anggi melihat layar hp nya. Wallpapernya masih sama seperti dulu. Di mana saat dirinya dan Hendra bertunangan.
“ Seharusnya aku udah ngurus kamu Hendra, atau mungkin aku udah hamil anak kamu. ” Anggi tak sadar meneteskan air matanya. Kenapa ini harus terjadi kepadanya? Ia ingin sekali hidup bersama Hendra, membina rumah tangga dengan lelai yang sudah 5 tahun ia pacari. Tapi, kenapa Tuhan tak adil kepadanya. Namun, Anggi tak boleh menyalahkan Tuhan. Karena, mungkin Tuhan lebih sayang kepada Hendra.

•••••


Mungkin, aku harus ikhlas. Ikhlas dengan apa yang terjadi kepadaku. Aku sedih pun percuma. Semua itu tak akan kembali lagi. Belajar ikhlas dan sabar adalah kunci satu-satunya. Masa depanku masih panjang, aku masih mempunyai mimpi yang harus aku raih. Aku masih mempunyai orang-orang yang sayang kepadaku. Aku tak mau membuat mereka sedih, keranaku. Aku tak mau menjadi perempuan lemah. Aku harus kuat, demi mereka.

“ Rin.. ” Bisma memeluk Airin yang sedang berkutif dengan buku diary nya. Airin memejamkan matanya. Ia sama sekali tak membalas pelukan dari kekasihnya.
“ Kamu gak kenapa-napa kan sayang? ” Bisma mengusap pipi Airin. Airin mengangguk dan tersenyum.
“ Kamu kira aku kenapa? ” Airin. Bisma menggelng.
“ Aku lamar kamu yah? Terus kita Nikah. Supaya nanti kamu bisa ikut aku.. ” Bisma. Airin menggeleng.
“ Aku gak kenapa-napa ko. Kamu pergi aja, aku bakal nunggu kamu ko. ” Airin tersenyum dan menyandarkan kepalanya ke pada bahu Bisma. Bisma mengusap bahu Airin, ia takut bila dia pergi terjadi apa-apa kepada Airin.
“ Rin ayolah kita nikah yah? Aku janji gak bakal ngungkit apa yang terjadi sama kamu. Aku gak mau kalau aku pergi nanti kamu.. Kamu.. ” Bisma menunduk. Mulutnya seakan terkunci ia tak mau menyakiti kekasihnya.
“ Aku masih harus nerusin kuliah. Kamu pergi aja, aku bakal nunggu kamu. Tapi kamu harus janji sama aku. Saat kamu pulang nanti, kamu harus sudah sukses yah? Baru kamu lamar aku.. ” Airin menatap Bisma. Dengan berat hati Bisma menganggukan kepalanya. Ia raih tengkuk Airin, dan mengecup bibir kekasihnya.

••••

“ Anggi ayolah ikut, mama sama papa nyuruh kamu ikut.. ” Tari yang sedang merias dirinya di depan cermin, membujuk Anggi agar mau ikut.
“ Nggak ah, aku gak mau. Ntar kaya kemarin aku jadi kacang goreng ” Anggi.
“ Yah engga lah nggi, nanti kita cuman makan malam doang. ” Anggi bangkit dan pergi ke kamar mandi. Tari tersenyum bahagia.

•••

“ Wah jadi ini yah saudara kamu yang dari Bandung cantik sekali.. ” Ucap Ny. Alex kepada Ny. Yanto.
“ Ia Anggi namanya. Ayo nggi kenalan dulu ” Anggi tersenyum dan mengulurkan tangannya kepada Ny. Alex.
“ Ya sudah mendingan kita makan sekarang ” Ny. Alex bangkit dari duduknya. Ia melangkahkan kakinya ke ruang makan di susul Anggi, Tari, Tn. Yanto dan Ny. Yanto.
“ Dicky kamu mau kemana lagi? ” terdengar suara bentakan dari atas membuat langkah mereka terhenti.
“ Mending kita langsung ke meja makan saja. Biasa anak-anak saya kerjaannya ribut melulu ” Ny. Alex merasa malu dia pun melanjutkan langkahnya.
“ Ke tempat biasa lah bang masa lo gak tau ” Sementara di ruang atas pria yang bernama Dicky menatap sinis kakanya.
“ Lo mau ngapain lagi? Lo gak nyadar sama apa yang lo lakuin ke Airin semalem ”


Voice Note Selamat Puasa dari @MorganOey untuk #MORGANOUS

Hay Morganous aku mau ngeshare Voice Note dari ka Morgan nih. Ini dulu 2012 tapi gak apa-apa yah semoga kalian jadi semangat :D

Hallo Morganos ini Morgan mau ngucapin selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalani ibadah puasa. Semoga ibadah puasanya penuh, ibadah puasanya lancar, dan iklash menjalankan ibadah puasanya. Supaya di hari lebaran nanti kalian mendapatkan makna dan berkah, dan juga feedback yang lebih positif Buat kalian. Kuncinya satu cuman ikhlas, isi dengan kegiatan positif dan juga lebih mendekatkan diri kepada yang di atas. Jangan lupa sholatnya, puasanya gak boleh bolong.

Eits Copas?? Sertakan sumber ;)