Daptar :)

Jumat, 06 Juni 2014

Takut Jatuh Cinta (part1)

Genre: Happy, Sad, firendship, etc.
Cast: Ainun Angginie, Dicky prasetyo, Morgan Oey, Bisma Karisma, Dewi Lestari, Ilham Fauzie, etc.
••••••

Ainun Angginie, sebut saja namanya Anggi. Dia adalah, gadis yang pintar, baik, ceria, dan selalu tersenyum.
Itu dulu, yah itu dulu sebelum kejadian itu menimpanya.

“ Ngiie,,? ”Anggi hanya menatap seorang lelaki yang memandangnya, dia adalah Hendra pacar Anggi.
“ Kamu kan sudah sarjana, aku mau nepatin Janji aku ke kamu. Aku mau melamar kamu ” mata Anggi seketika berbinar, menikah? Apa benar, in tidak mimpi bukan? Pasti bukan, karena saat ini Anggi tidak sedang tertidur. Kali ini ia bersama Hendra tengah duduk di suatu taman yang sangat indah. Anggi tersenyum, ia pasti mengangguk. Karena, ini adalah impiannya menjalin rumah tangga dengan pria yang sangat sayangi. 5 tahun menjalani kasih, akhirnya ia dan Hendra akan membina sebuah rumah tangga. Hari itu akan di mulai tepat tanggal 5, hari di mana Anggi genap berusia 22 tahun.

•••••

“ Dicky sampai kapan lo terus-terusan seperti ini, hey? ” pria bernama Bisma ini sangat aneh dengan sikap sahabatnya belakangan ini.
“ Gue lagi bingung Bis, ” Dicky memijat kepalanya sembari duduk di bangku. Bisma yang memang paham dengan masalah Dicky mencoba mengerti.
“ Gue yakin lo bisa, tapi gue harap lo harus profesional lo gak bisa kaya gini terus ” Bisma menepuk bahu Dicky lalu dia berlalu. Dicky melamun, mengapa ini harus terjadi? Mengapa semua ini harus menimpanya.
Dicky, pria ia lebih memilih pergi dia ingin pergi ke tempat yang selalu membuat hatinya selalu nyaman.

•••••

Tari, dia tengah memaksa sepupunya untuk di ajak pergi. Dia tak mau saat sudah sampai di jakarta, sepupunya menjadi pemeurung. Bukankah niat dia ke jakarta, untuk melupakan semua kenangan itu? Kenapa sudah di jakarta dia menjadi lebih parah.
“ Ayolah nggie, masa ia kamu di sini terus? Ntar tante marah, kalau tau kamu di jakarta kaya gini.. ” Tari menatap Anggi dengan wajah penuh harap. Namun, Anggi diam dia lebih memilih mendengarkan music dengan earphone miliknya. Tari menarik nafas berat, dia mengacak-acak rambutnya.
“ Ok.. Kalau kamu gak mau ikut aku. Tapi, maaf aku harus pergi. Aku ada janji sama Ilham.. ” Tari menguncir rambutnya, lalu mengambil tas kecil yang berawarna hijau muda. Agar senada dengan pakaiannya.
“ Aku ikut.. ” Anggie melepas earphonenya dan tersenyum.

••••

Anggie, tersenyum kecut. Saat melihat kemesraan sepupunya dengan pacarnya. Kenapa ia harus ikut, kalau seandainya dia jadi kacang goreng? Anggi lebih memilih pergi.
“ Dasar nyebelin, tadi mohon-mohon ngajak aku ikut? Tapi taunya... ” Anggi menginjak asal tanah, sehingga tak sengaja dia menginjak sebuah kulit pisang.
“ Aaa... ” Anggi hampir terjatuh. Namun, sedetik kemudian dia berasa dalam sebuah pangkuan seseorang. Manik mata mereka bertemu, cukup lama.
Anggie tersadar, dia segera berdiri dan tersenyum.
“ Terimakasih, ” ucapnya kikuk, pria itu hanya mengangguk.
“ Morgan, ” Anggie sedikit ragu, saat pria itu memperkalkan namanya. Bagaimanapun juga ini jakarta. Dia tak boleh kenal dengan sembarang orang. Namun, pria ini baik. Buktinya ia mau menolong. Ah, jangan tergoda. Orang baik tak mungkin tak ada maunya. Anggi lebih memilih pergi dan berlari.
“ Cewek aneh, ” Morgan terkekeh kecil.

••
“ Brukkk,, ” dasar ceroboh saat berlari Anggi tak sengaja, menabrak seseorang. Alhasil pria yang Anggi tabrak terjatuh.
“ Lo jalan punya mata gak hah..?? ” ucapnya membentak, Anggi tertunduk. Bagaimanapun juga dia sangat suka di bentak, bahkan ia belum pernah di bentak.
“ Maaf, ” mata pria itu membola, ia berdiri dan menatap Anggi tajam.
“ Maaf lo bilang? Enak banget hidup lo, kalau semua kesalahan akan beres dengan kata maaf. Penjara kosong...!! ”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar