Daptar :)

Sabtu, 14 Juni 2014

Takut Jatuh Cinta (part2)

Anggi menangis di kamar membuat Tari merasa heran.
“ Ayolah Nggi, bicara kamu kenapa? Mana tadi minta pulang lagi padahalkan aku masih mau berduan sama Ilham” Tari mencoba menanyakan (lagi) kepada Anggi. Namun, Anggi masih terisak. Dia ingat saat pria tadi mencaci makinya. Anggi tak pernah di bentak, pria itu orang pertama yang membentak dirinya.
“ Hskk.. Hendra aku kangen kamu, ”

••••

Dicky, pria ini bisa di katakan Badboy. Memang ini sudah menjadi kebiasannya semenjak 3 bulan belakangan ini. Satu sebab yang membuatnya seperti ini. Ia suka balapan, ia suka main ke club malam, ia suka meminum minuman keras, beruntung ia tak pernah main perempuan.
“ Dicky sampe kapan lo kaya gini hah? ” Airin selaku sepupu Dicky ia sangat prihatin dengan keaadaan saudaranya.
“ Sampe semuanya kembali...!! ” sentak Dicky sambil meminum wine yang sudah tersedia dalam gelas kecil. Airin hanya memegangi kepalanya, jujur ia sangat malas menemani Dicky. Namun, bila Dicky di biarkan sendiri yang ada kejadian waktu itu menimpanya. Dimana, Dicky di keroyoki segerombolan orang karena dia dalam keadaan mabuk. Biasanya Bisma yang menemani Dicky. Namun, lelaki yang memiliki wajah berkharisma itu sedang sibuk dengan skripsinya.
“ Dick pulang yuk? ” Airin mencoba membujuk Dicky. Namun, sepertinya pria itu nggan meninggalkan. Dia lebih memilih meneguk wine lagi. Sementara Airin hanya mendengus kesal, dia memainkan handhonenya.
“ Rin lo boleh juga, ” ucap Dicky yang mulai ngawur, pengaruh alkohol sudah bekerja di otaknya.
“ Apaan sih lo ” Airin segera mengirim pesan kepada Bisma, yang notabenya pacarnya.
“ Gue serius Rin ” Dicky mengusap lembut pipi Airin, membuat Airin berdecik ngeri.
“ Dick lo lagi mabok, jadi jangan ngawur ok..!! ” ucap Airin dengan penuh penekanan.
“ Rin, temenin gue yuk. Malam ini aja, gue janji gak bakal kasih tau Bisma.. ” Dicky dengan senyum evilnya, Airin mulai gelisah. Bisma berkata dia akan berangkat namun sangat lama. Maklum Airin sedang gelisah, waktu 2 menit serasa lama.
“ Gimana Rin, lo mau gak? ” Dicky memegang tangan Airin, dan mendapatkan gelengan dari Airin.

•••••

“ Anggi, aku kesokalh dulu yah. Kamu kalau mau makan masak aja. Tarii.. ” begitulah kira-kira isi pesan yang tertulis dalam kertas memo. Setelah mandi Anggi segera ke bawah dan menuju dapur.
“ Cuman ada roti, dasar orang Jakarta ” Anggi membuka kulkas dan mengeluarkan berbagai bahan makanan untuk ia masak.
“ Bikin omlet mungkin enak kali yah ” Anggi bersemangat membuat menu pagi hari ini. Karena, keasyikan memasak Anggi tak sadar saat ada yang memijit bel. Ternyata orang itu menyelonong masuk. Karena, kesal.
“ Kirain gak ada orang, ” Anggi tersentak, dan menoleh kebelakang.
“ Kamu siapa? Kamu maling yah.. Atau kamu orang jahat, aku mohon jangan apa-apain aku. Aku baru di jakarta ” cerocos Anggi dengan segudang pertanyaan, membuat pria itu cengo.
“ Adu aku Morgan, pria yang kemarin masa gak inget. ” Anggi mencoba mengerucutkan matanya. Morgan? Ia ingat.
“ Oh kamu yang kemarin. Kamu ikutin aku yah? Kamu ngebet mau kenalan sama aku, ia.. ” Morgan hanya menggaruk tengkuknya, bagaimana cara dia menjelaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar