Daptar :)

Minggu, 18 Mei 2014

Real Facebook SM*SH

Hay semua ini aku baru mau kasih tau FB Bisma Smash mau tau?

“ Long Distance ” part2 (End)

Terkadang kita harus merelakan semuanya yang sudah terjadi, terkadang pula kita harus belajar ikhlas dan tabah. Mungkin, ini jalan tuhan untuk orang yang kita Cintai. Ingat..!! Tuhan selalu mempunyai rencana indah untuk semua mahluk ciptaannya.





“ Aku merelakan kalian pergi, aku merelakan kalian untuk pergi ke ke sisi tuhan. Semoga kalian berbahagia di sana.. Mama, papa, Dicky kalian akan selalu jadi yang terindah dalam hidupku ” Nacchan tersenyum, sembari menghapus air matanya. Ia sadar, kini ia sudah tak punya orang tua lagi. Namun, ia harus bangkit dia masih mempunyai sang nenek. Nenek yang selalu ada untuknya. Ia tak boleh sedih, ia harus senyum semangat.



“ Nacchan sayang, kamu tak mau makan dulu nak? ” saat Nacchan sedang menatap langit yang di tebari oleh beribu bintang, nenek ros menepuk bahu Nacchan. Ia usap puncak kepala cucu kesayangannya itu.

“ Nanti saja nek, Nacchan masih mau liat binta Nek. Nacchan mau liat mama, papa dan Dicky yang sudah menjadi Bintang ” Nacchan menatap sang nenek, matanya kembali berkaca-kaca. Namun, sebisa mungkin Nacchan menyeka air matanya.

“ Ya sudah kamu nenek masuk dulu yah nak ” Nenek Ros memeluk cucunya, ia cium pipi Nacchan yang chuabby itu. “ Jangan lama-lama di luar, udara dingin tidak baik untuk kesehatan ” Nenek Ros menasehati Nacchan, sebelum ia melangkahkan kakinya pergi ke rumah tua tersebut.





•••••





Kini aku akan segera menggapaimu, aku akan mencoba untuk mendapatkanmu kembali. Rasanya tak sabar bagi diriku untuk segera mendekap tubuh mungilmu, mencubit pipi chuabbymu, mengusap setiap tetes air mata yang keluar dari kelopak mata indahmu, dan juga mengecupmu. Morgan melangkahkan kakinya, ia berjalan lurus untuk menghampiri sang gadis yang tengah asyik melukis.



“ Oh tuhan katakan padanya, ku merindukannya. Oh Cinta katakan padanya, dia selalu di hatiku ” Morgan bersenandung kecil, suara indah nan merdu ia nyanyikan untuk Nattahania Chrysti. Nacchan menoleh kebelakang, rasanya ia tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. Pemuda bertubuh kekar yang tampan, dan sudah bertahun-tahun tak ia lihat. “ Morgan ” Nacchan tak percaya, ia sempat ragu untuk mengucap namanya.

“ Apa kabar eonni Nia? ” Morgan mengucapkan panggilan sayangnya saat ia menanyakan kabar Nacchan.

“ Aku baik ” Nacchan tersenyum simpul. Sadar Morgan telah mengecewakannya, Nacchan segera membereskan semua peralatan lukisnya. Ia hendak bergegas pergi dari tempat itu. Namun, Morgan menahan tanggannya.

“ Kau kenapa? ” Morgan menatap Nacchan dalam. “ Harusnya aku yang nanya, kamu kenapa gak ada kabar ” Nacchan menatap sinis Morgan dan segera menepis tangan Morgan yang memegangi pergelangan tangannya.

“ Maafkan aku.. Aku sibuk ” Morgan menundukan kepalanya. Ia sadar bahwa ia salah kepada Nacchan.

“ Sibuk? Selama 2 tahun gak ada kabar, apa itu sibuk? Sibuk sama pacar baru ” Nacchan.

“ Aku benar sibuk Nacchan, aku gak pernah selingkuh dari kamu. Aku selalu sayang sama kamu ” Morgan.

“ Maaf aku gak bisa ” Nacchan langsung berlari menjauh dari Morgan.

“ Nacchan.. ”





•••••





Mungkin, kita harus sadar. Kita harus mundur. Karena, kita yang telah menjadi penghinat Cinta. Terkadang kita harus mengalah kepada hati dan perasaan. Karena, kita tidak bisa menjaga Cinta itu. Nacchan bukan benci kepada Morgan yang tidak ada kabar. Tapi, Nacchan benci kepada dirinya sendiri. Karena, ia sudah menduakan Morgan dengan Dicky, sahabat Morgan.



“ Hskk.. Aku gak pantes buat kamu Morgan. Aku udah gak kaya dulu lagi. Aku sekarang tidak punya apa-apa ” Nacchan terisak di bawah pohon rindang yang berada di bukit. Ia tenggelamkan wajahnya di antara kedua lutunya.

“ Aku yang khianati kamu, aku yang gak setia sama Cinta kita. Maafin aku Morgan.. ” Nacchan terus-terusan teriska. Sampai-sampai ia tak sadar bahwa seorang lelaki sudah berada di sampingnya.

“ Aku tak pernah merasa di khianatai. Karena, aku tau aku dan kamu itu CINTA..” Nacchan berhenti terisak. Ia berdiri dan menatap Morgan dengan raut wajah yang sulit di artikan.

“ Maafin aku Morgan ” Nacchan memalingkan wajahnya. Morgan hanya tersenyum ia berdiri lalu memeluk Nacchan dari belakang.

“ Aku selalu memaafkan kamu ” Morgan berbisik ia taruh dagunya di pundak Nacchan.

“ Maafin aku juga yah, selama ini aku gak ada kabar? ” Nacchan hanya mengangguk. Lalu ia membalikan badannya dan segera memeluk Morgan erat.





Cinta memang mampu mengubah segalanya. Walaupun sudah di pisahkan oleh jarak dan waktu. Namun, hati tidak bisa di bohongi bahwa kita sangat membutuhkannya. Bahwa kita sangat membutuhkan Cinta itu.



Jangan pernah memandang Cinta dari materi, karena itu takan pernah bahagia selamanya. Namun, pandanglah Cinta dengan rasa asih dan sayang. Bahwa sesungguhnya kita butuh Cinta untuk mewarnai hari-hari kita :).

Baby, I Love you...!! (part2)

"Raf Baby"Difa

"apa lagi sih"Rafael sambil membuang puntung Rokoknya. Ya memang sekarang ia menjadi seorang perokok

"Raf please Stopp semua ini"Difa

"Gak Bisaa.."Rafael

"ok,,fine..!! Tapi sekarang loe angkat Baby dia harus di bawa ke Rumah sakit"Difa

"ia.. Ia"Rafael akhirnya ia mau juga membopong adiknya itu

"Hati-hati Raf"Tante Nilam

"ia bawell"Rafael langsung menuju mobil

"tante ayok"Difa

"tante harus rapihin barang-barang dulu. Kan tante sudah di usir"Tante Nilam

"udah biar Difa telepon pembantu Difa buat beresin semua ini"Difa

"makasih ya sayang.."Tante Nilam

"sama-sama Tante:-)"Difa

"ya udah yuk,, keburu Rafael marah-mrah"Difa

"ia sayang"Tante Nilam

***

Sesampainya mereka di Rumah Sakit mereka langsung membawa Beby. Namun, beda dgn Rafael ia nampak tengah menggempalkan tangannya seperti ingin membogem seseorang. Ya dia melihat Bisma bersama ayahnya. Dirinya Langsung menghampiri mereka berdua

"BUKK...!!" Ternyata Rafaell memang benar* membogem Bisma

"Loe apa*an sih dasar udah miskin sok-sokan"Bisma

"BUKKK"Untuk yang ke-2x nya Rafael membogem Bisma. Karena tak terima Bisma langsung membogem Rafael

"loe Jadi orang waras dikit"Bisma

"gue udah waras, loe ber 2 yang gak waras"Rafaell

"maksud anda apa ?"Ucap ayah Bisma OM karyana

"alah bpk gak usah pura* gak tau. Saya tau ini semua terjadi karena anda dan anak anda"Rafael

"maksudnya Ayah kamu di penjara ? Ini bukan salah saya memang Bpk kamu itu yang tidak bisa melunasi semua hutangnya kepada perusahaan saya"

"Saya tau anda mencuri semua Brosur* penting perusaan ayah saya"Rafael

"eh loe punya mulut di jaga jangan sembarangan nuduh bokap Gue..!! Punya Bukti gak Loe..!!"Bisma

"Gue emang gak punya bukti tapi liat Gue bakal bikin bokap loe di penjara. Dan loe bakal ngerasain lebih yang keluarga gue rasain"Rafael

"Dan loe Bis gara* loe adek gue jadi sakit"Rafael

"salah adek loe sendiri semudah itu dia kemakan rayuan gue"Bisma

"Brengseek ya loe Bis"Rafael dia sempat ingin meninju Bisma namun segera di tahan oleh Difa ya memang Difa melihat Rafael tengah ingin meninju Bisma

"udah Raf udah"Difa

"gak bisa mereka yang udah buat Gue kaya gini, buat papah di penjara dan Baby jadi sakit"Rafael

"adek loe ituh emang udah penyakitan kali"Bisma

"udah Bis, Stop..!!"Difa

"Difa.. Difa jadi karena cowok miskin dan berandalan kaya dia loe nolak gue. Gak nyangka ya ternyata selera loe rendahan"Bisma

"udah ya Bis, gue gak ada waktu buat ngurusin orang bejat kaya loe. Yuk Raf kita pergi"Difa


"Difa liat aja nanti loe bakal ngemis Cinta sama gue..!!"Bisma tersenyum licik

****

"Raf loe tuh kaya anak kecil dikit* berantem"Difa

"udah ya Dif gue mau pergi dulu"Rafael

"pergi kemana loe ?"Difa

"tempat biasa"Rafael

"Raf kan udah gue bilangin jangan pernah pergi lagi ke tempat kaya gituan. Mending jaga Baby"Difa

"ogah"Rafael, langsung pergi.

*** Di perjalanan ia melihat Indah seperti sdang berdiri sendirian di pinggir jalan. Ia menghampirinya dan langsung memeluk mantan kekasihnya itu

"ih apaan sih Raf lepasin gak"Indah

"indah aku mohon kamu jangan putusin aku. Aku lagi butuh kamu, hidupku tak indah bila gak ada kamu Indah"Rafael

"sorry ya Raf gue gak bisa jadi pacar loe lagi"Indah

"tapi ndah"Rafael

"aduh Raf loe tuh udah miskin, kaya dulu dong kalau mau jadi pacar gue. Lagi pula sekarang gue udah punya pacar dia jauh lebih kaya dari loe"Indah

"siapa ? Reza.. Dia itu sahabat gue jadi mana mungkin dia mau jadi pacar kamu"Rafael

"siapa bilang"Ucap Reza yang baru dateng

"itu dulu ya gue jadi sahabat loe. Tapi sekarang udah nggak jadi loe jangan gangguin pacar gue"Reza

"ia nih sayang masa tadi Rafa pegang* aku"Indah

"Loe jangan gangguin cewek gue.. Ngerti..!!"Reza langsung masuk ke dalam mobilnya disusul oleh Indah

"PENGHIANAT loe za"Rafael, sementara Reza ia malah melempar Rafael dgn botol bekas minuman mineral dan langsung melajukan mobilnya

"aarrgghhh"Rafael berteriak


***


"ting tong"

"ia ada ap.. MORGAN"ucap tante Eliza melihat anaknya pulang

"Mom"Morgan

"ayo nak masuk sayang"tante Eliza langsung mempersilahkan putranya masuk

"mamah seneng bnget kamu mau ke rumah mamah"

"mah aku mau tinggal sama mamah"Morgan

"Papahmu dan Bisma ?"

"aku di usir sama papah karena aku bilang harta yang ia dapatkan dari cra licik"Morgan

"ya sudah, semoga adekmu Bisma cepat sadar ya sayang'

"barang-barangmu mana ?"

"di mobil"Morgan

'ya sudah mamah bnt kamu beresin brang* kamu ya'

"ia mah'

****


"Diickkyyyyy"

“ Long Distance ” part1

genre: Happy ending.
Cast: Morgan Oey, Nacchan hime, Dicky prasetya.Saya harap untuk tidak mengcopy paste Cerita ini.


Saat jarak memisahkan kita, di sanalah kita mencoba untuk saling setia. Cinta tak harus bersatu dalam satu tempat dan satu pelukan ataupun kecupan, namun saat hati bersatu di manapun dan kapanpun itulah Cinta yang sesungguhnya. Morgan Oey lelaki yang setiap hari menghabiskan waktu untuk mengurus perusahaan mendiang ayahnya tersebut hanya diam, sambil melihat foto kekasihnya. Nacchan, yah perempuan yang saat ini sedang berada di daerah Jakarta itu adalah kekasih yang sudah hampir 5 tahun ia pacari. Namun, sayang ia harus meninggalkan Nacchan ke Eropa dari 3 tahun yang lalu. Memang bukan hal yang mudah bagi Morgan untuk menjalani semua “ Tok,, tok.. ” Seseorang membuka pintu ruangan tempat Morgan berkerja, mungkin itu sekretarisnya. Pikir Morgan.
“ Masuk.. ” memang sekretaris Morgan adalah sepupunya, jadi ia mengerti bahasa Indonesia. Morgan segera menyimpan foto Nacchan di lacinya, matanya membola seolah ia tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. Morgan segera bangkit dan memeluk orang itu.
“ Mama, kenapa gak bilang mau ke sini? ” tanya Morgan kepada tante Elisa, ibunda Morgan.
“ Mama sengaja ngasih kejutan buat kamu, oh ya 2 Bulan lagi kita ke Indonesia. Kamu kangen kan sama Indonesia? ” tante Elisa
“ Yang bener ma? Morgan kangen banget, Morgan juga kangen sama... ” ucapan Morgan terhenti saat tante Elisa menyebut nama “ Nacchan ”
“ Ia Sayang, mama akan pertemukan kamu sama Nacchan. Sekalian mama mau melamar dia untuk kamu ” tante Elisa. Morgan kaget bercampur bahagia, semoga ini bukan mimpi.


••••••


Jakarta, perempuan ini menangis sambil memeluk guling kesayangannya. Hatinya hancur, harapannya sirna, rasanya ini semua menyulitkan keadaannya. “ Dicky sudah bangkrut, dia tak pantas lagi untukmu Nacchan..!! Dia juga penyakitan, ” pernyataan yang terlontar dari mulut sang papa begitu menyakitkan perasaannya, baru saja ia bisa melupakan Morgan untuk Dicky. Namun, hubungannya tak di restui. Perusahaan papa Dicky bangkrut, dan itu alasan yang tak logis bagi Nacchan saat kedua orang tuanya menentang hubungan mereka berdua. “ Hiskk.. Papa sama mama jahat, kenapa mereka selalu memandang orang dari materi. Nacchan udah cinta sama Dicky, tapi... ” Nacchan kembali menangis mengingat percintaannya yang tak berjalan mulus.

“ Nacchan, Dicky sayang banget sama Nacchan. Dicky harap Nacchan jangan tinggalin Dicky yah? Walau nanti penyakit Dicky akan melumpuhkan Dicky?”

“ Ia, Nacchan janji ko Dick. Nacchan gak bakal tinggalin Dicky ”

“ Nacchan, perusahaan papa Dicky hampir bangkrut. Karena, papa kehilangan banyak uang untuk pengobatan Dicky. Nacchan gak bakal tinggalin Dicky kan, walaupun nanti Dicky jadi orang miskin yang penyakitan ”

“ Nacchan janji sama Dicky, Nacchan janji Dicky. Selama Morgan gak ada kabar 2 tahun belakangan ini, cuman Dicky yang mampu bahagiain Nacchan. Cuman Dicky..!! ” Nacchan kembali menangis mengingat kenangan beberapa minggu lalu, kini Dicky sudah terbaring lemah di rumah sakit. Dan Nacchan, ia sama sekali tak di perbolehkan untuk menjenguk Dicky. “ Hiskk.. Morgan maafin aku, aku khianatin kamu. Maafin aku juga Dicky, aku gak bisa nemenin kamu ”


••••••


2 Bulan Kemdudian, Morgan menghirup udara jakarta. Udara yang selama ini ia rindukan, ia langkahkan kakinya ke rumah yang mewah tersebut.

“ Ayo sayang.. ” tante Elisa menggandeng Morgan, ia dan anaknya sekarang sudah berada di rumah. Di sambut baik oleh para pelayan rumah tangga, rumah itu.
“ Morgan kangen rumah ini ma ” Morgan
“ Ia, gimana? Mama sudah menyuruh mereka memasak masakan kesukaanmu. Jadi kita makan sekarang. ” tente Elisa, Morgan mengangguk. Selama makan Morgan mengingat sesuatu, mengapa Nacchan tak menyambut kedatangannya. “ Mungkin Nacchan lagi nyiapin sesuatu buat aku ” Morgan kembali melahap hidangan yang tersaji di depan matanya.


Seminggu sudah Morgan di Indonesia namun Nacchan sama sekali belum menemuinya, ia melamun dan merenung. Apa ini salahnya? Karena selama ini jarang menghubungi Nacchan, apa ini akibat yang harus ia terima?

“ Permisi tuan, saya sudah mendapatkan informasi nona Natthania ” ucap salah satu orang suruhan Morgan. Ia menatap orang itu dan berkata “ Apa ?” kalimat yang singkat, padat dan jelas.
“ Nona Nacchan sekarang tinggal di kota Bandung. Karena, ayahnya terkena serangan jantung gara-gara ia ketauan korupsi. Dia bersama ibunya tinggal di rumah neneknya. Ini alamatnya ” orang itu memberikan secarik kertas yang berisi sebuah alamat kepada Morgan, setelah mendapatkan alamat itu Morgan memberi kode agar orang itu pergi. “ Cintaku, aku akan datang untukmu. Maafkan aku sudah menyiakan kamu selama ini ”.