Morgan mengerutkan dahinya, ia merasa (pernah) mengenali Gadis berparah Jepang ini. Namun, ia segera tepis jauh-jauh. Ia ke sini untuk kerja.
“ Aelke.. ” Aelke mengelurukan tangannya, dengan senan hati Morgan menerima uluran tangan Aelke.
“ Ya sudah ayo kita ke lokasi sana ” Rafael menyuruh Aelke, Morgan dan manager Morgan untuk ke tempat pemotretan.
•••
Dina hari ini lebih memilih ke Cafe, favoritny. Sebenarnya dia malas pergi ke tempat yang menyediakan banyak kenangan masa lalunya. Namun, dari pada bosan lebih baik dia ke tempat ini saja. Toh sekarang juga, Bisma sudah enyah dari hidupnya.
“ Pramudian? ” ucap seseorang yang tak Dina kenal, sepertinya ia seorang wartawan gosip. Dina bodoh, tak sadarkah dia sekarang sudah menjadi pacar artis terkenal.
“ Ia, ada apa yah? ” Dina mencoba tersenyum ramah kepada wartawan tersebut. Walau sebenarnya ia sangat malas meladeni pertanyaan konyol, yang menyangkut privacynya.
“ Bisa minta waktunya sebentar? ” tanyanya, sangat ramah. Dina mengangguk pasrah.
••••
Morgan merebahkan dirinya di kasur, sangat lelah hari ini. Ia harus pemotretan lalu syuting. “ Dina.. ” gumamnya, “ Astaga gue lupa hubungin Dina.. ” Morgan segera meraih handphonenya dan menekan tomobl hijau, untuk mencari panggilan terakhir. Ia pun kembali menekan tomobl hijau setelah menemukan nama kontak “myPrafr”. Morgan gelisah, semoga kekasihnya tidak marah. “ Dina angkat please.. ” Morgan terlihat tak tenang.
“ Hallo Morgan, kamu jahat ih ko gak telp aku. Aku tau pasti perempuan di sana cantik-cantik yah? Uh apalgi modelnya sama lawan maik kamu cantik banget, denger-denger sekarang kamu sama Kimberly Ryder cewek bule yang cantik, putih, terkenal.. Tau deh ” Morgan menganga, kenapa Dina jadi cerewet? Ia menarik nafasnya sebentar. “ Morgan kamu denger aku gak sih? Ya udah kalau gitu kamu gak usah hubungi aku lagi...!! ” Morgan kembali di buat menganga, Dina Dina...
“ Dina sayangku, aku dengerin kamu ko. Cuman aku heran aja sejak kapan kamu jadi bawel hmm... ” di sana Dina mengerucutkan bibirnya, ia memegangi bibirnya. Tumben dia bawel, pikirnya.
“ Jadi kamu gak suka kalau aku bawell? ”
“ Suka dong, itu tandanya kamu sayang beneran sama aku ” Morgan tersenyum, ia menciumi foto Dina yang sedang ia pegang.
“ Jadi kamu ngira kalau aku gak sayang sama kamu gitu, Ia Morgan?? ”
“ Bukan gitu maksud aku, ya udah cepet kamu ke tempat tidur. Mau aku nyanyiin gak? ”
“ Ia aku ketempat tidur, oh ya tadi aku di wawancari gitu deh. Nyebelin banget masa dia nanya ke privacy kita banget ”
“ Emang mereka nanyain apa? ”
“ Mereka nanyainnya banyak, dan gak semua aku jawab. Kalau kamu mau tau, besok kamu nonton waswas yah. Cepet nyanyiin aku mau bobo ”
“ Ya udah, bentar yah khemm.. ”
Kamulah, bunga tidurku..
Mimpi-mimpi indahku, selalu tentang kamu...
Kamulah, bintang-bintaku..
Akun kujaga selalu, Selalu tentang kamu..
Dina tersenyum saat Morgan menyanyikan lagu untuknya. Ntah mengapa dia sangat manja bila sedang dengan Morgan, padahal dia adalah gadis yang tomboy.
••••
Hancur hatiku, mengenang dikau. Menjadi, keping-keping setelah kau pergi. Tinggalkan kasih sayang yang telah singgah anatara kita. Masihkah ada sayang itu.
Bisma sedikit menitikan air matanya, baru saja ia bangun tidur setelah perjalan yang sangat lama. Namun, mengapa ia harus mengalami mimpi buruk saat ia sudah bangun.
“ Aku sama Morgan, pacarannya sudah mau 1 tahun. Dulu kami gak sengaja ketemu gitu ”
“ Ia betul, awal pertemuan kami kurang baik sih. Tapi ternyata setelah saya mengenal Morgan saya menjadi gimana yah? Susah ngejelasinnya ”
“ Morgan itu pria yang baik, agak cuek sih. Tapi, romantis. Romantisnya tuh beda, gak terlalu di tunjukin ”
Sakit memang, tak sengaja ia melihat orang yang sangat ia cintai sekaligus orang yang pernah ia sakiti hatinya. Telah mimiliki kekasih. Dan ternyata kekasih Dina tersebut adalah teman kecilnya.
“ Morgan emang yang terbaik buat kamu Dina.. ”
••••
“ Hey Raf, cepat sarapn bukankah kita nanti ada jadwal jam 10 pagi ” Aelke menyuruh Rafael memakan makanan yang sengaja Aelke antar untuk Rafael. Rafael melamun, apahkah ini bukan mimpi? Gadis yang ia cintai mengantarkan sarapan untuknya di tambah senyuman manis yang terukir dari wajah cantik khas Jepang milik Aelke. Walaupun ia tauh, makanan yang Aelke antar bukanlah makanan buatannya sendiri. Setidaknya cukup membuat ia semangat, pagi ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar