genre: Happy ending.
Cast: Morgan Oey, Nacchan hime, Dicky prasetya.Saya harap untuk tidak mengcopy paste Cerita ini.
Saat jarak memisahkan kita, di sanalah kita mencoba untuk saling setia. Cinta tak harus bersatu dalam satu tempat dan satu pelukan ataupun kecupan, namun saat hati bersatu di manapun dan kapanpun itulah Cinta yang sesungguhnya. Morgan Oey lelaki yang setiap hari menghabiskan waktu untuk mengurus perusahaan mendiang ayahnya tersebut hanya diam, sambil melihat foto kekasihnya. Nacchan, yah perempuan yang saat ini sedang berada di daerah Jakarta itu adalah kekasih yang sudah hampir 5 tahun ia pacari. Namun, sayang ia harus meninggalkan Nacchan ke Eropa dari 3 tahun yang lalu. Memang bukan hal yang mudah bagi Morgan untuk menjalani semua “ Tok,, tok.. ” Seseorang membuka pintu ruangan tempat Morgan berkerja, mungkin itu sekretarisnya. Pikir Morgan.
“ Masuk.. ” memang sekretaris Morgan adalah sepupunya, jadi ia mengerti bahasa Indonesia. Morgan segera menyimpan foto Nacchan di lacinya, matanya membola seolah ia tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. Morgan segera bangkit dan memeluk orang itu.
“ Mama, kenapa gak bilang mau ke sini? ” tanya Morgan kepada tante Elisa, ibunda Morgan.
“ Mama sengaja ngasih kejutan buat kamu, oh ya 2 Bulan lagi kita ke Indonesia. Kamu kangen kan sama Indonesia? ” tante Elisa
“ Yang bener ma? Morgan kangen banget, Morgan juga kangen sama... ” ucapan Morgan terhenti saat tante Elisa menyebut nama “ Nacchan ”
“ Ia Sayang, mama akan pertemukan kamu sama Nacchan. Sekalian mama mau melamar dia untuk kamu ” tante Elisa. Morgan kaget bercampur bahagia, semoga ini bukan mimpi.
••••••
Jakarta, perempuan ini menangis sambil memeluk guling kesayangannya. Hatinya hancur, harapannya sirna, rasanya ini semua menyulitkan keadaannya. “ Dicky sudah bangkrut, dia tak pantas lagi untukmu Nacchan..!! Dia juga penyakitan, ” pernyataan yang terlontar dari mulut sang papa begitu menyakitkan perasaannya, baru saja ia bisa melupakan Morgan untuk Dicky. Namun, hubungannya tak di restui. Perusahaan papa Dicky bangkrut, dan itu alasan yang tak logis bagi Nacchan saat kedua orang tuanya menentang hubungan mereka berdua. “ Hiskk.. Papa sama mama jahat, kenapa mereka selalu memandang orang dari materi. Nacchan udah cinta sama Dicky, tapi... ” Nacchan kembali menangis mengingat percintaannya yang tak berjalan mulus.
“ Nacchan, Dicky sayang banget sama Nacchan. Dicky harap Nacchan jangan tinggalin Dicky yah? Walau nanti penyakit Dicky akan melumpuhkan Dicky?”
“ Ia, Nacchan janji ko Dick. Nacchan gak bakal tinggalin Dicky ”
“ Nacchan, perusahaan papa Dicky hampir bangkrut. Karena, papa kehilangan banyak uang untuk pengobatan Dicky. Nacchan gak bakal tinggalin Dicky kan, walaupun nanti Dicky jadi orang miskin yang penyakitan ”
“ Nacchan janji sama Dicky, Nacchan janji Dicky. Selama Morgan gak ada kabar 2 tahun belakangan ini, cuman Dicky yang mampu bahagiain Nacchan. Cuman Dicky..!! ” Nacchan kembali menangis mengingat kenangan beberapa minggu lalu, kini Dicky sudah terbaring lemah di rumah sakit. Dan Nacchan, ia sama sekali tak di perbolehkan untuk menjenguk Dicky. “ Hiskk.. Morgan maafin aku, aku khianatin kamu. Maafin aku juga Dicky, aku gak bisa nemenin kamu ”
••••••
2 Bulan Kemdudian, Morgan menghirup udara jakarta. Udara yang selama ini ia rindukan, ia langkahkan kakinya ke rumah yang mewah tersebut.
“ Ayo sayang.. ” tante Elisa menggandeng Morgan, ia dan anaknya sekarang sudah berada di rumah. Di sambut baik oleh para pelayan rumah tangga, rumah itu.
“ Morgan kangen rumah ini ma ” Morgan
“ Ia, gimana? Mama sudah menyuruh mereka memasak masakan kesukaanmu. Jadi kita makan sekarang. ” tente Elisa, Morgan mengangguk. Selama makan Morgan mengingat sesuatu, mengapa Nacchan tak menyambut kedatangannya. “ Mungkin Nacchan lagi nyiapin sesuatu buat aku ” Morgan kembali melahap hidangan yang tersaji di depan matanya.
Seminggu sudah Morgan di Indonesia namun Nacchan sama sekali belum menemuinya, ia melamun dan merenung. Apa ini salahnya? Karena selama ini jarang menghubungi Nacchan, apa ini akibat yang harus ia terima?
“ Permisi tuan, saya sudah mendapatkan informasi nona Natthania ” ucap salah satu orang suruhan Morgan. Ia menatap orang itu dan berkata “ Apa ?” kalimat yang singkat, padat dan jelas.
“ Nona Nacchan sekarang tinggal di kota Bandung. Karena, ayahnya terkena serangan jantung gara-gara ia ketauan korupsi. Dia bersama ibunya tinggal di rumah neneknya. Ini alamatnya ” orang itu memberikan secarik kertas yang berisi sebuah alamat kepada Morgan, setelah mendapatkan alamat itu Morgan memberi kode agar orang itu pergi. “ Cintaku, aku akan datang untukmu. Maafkan aku sudah menyiakan kamu selama ini ”.
Cast: Morgan Oey, Nacchan hime, Dicky prasetya.Saya harap untuk tidak mengcopy paste Cerita ini.
Saat jarak memisahkan kita, di sanalah kita mencoba untuk saling setia. Cinta tak harus bersatu dalam satu tempat dan satu pelukan ataupun kecupan, namun saat hati bersatu di manapun dan kapanpun itulah Cinta yang sesungguhnya. Morgan Oey lelaki yang setiap hari menghabiskan waktu untuk mengurus perusahaan mendiang ayahnya tersebut hanya diam, sambil melihat foto kekasihnya. Nacchan, yah perempuan yang saat ini sedang berada di daerah Jakarta itu adalah kekasih yang sudah hampir 5 tahun ia pacari. Namun, sayang ia harus meninggalkan Nacchan ke Eropa dari 3 tahun yang lalu. Memang bukan hal yang mudah bagi Morgan untuk menjalani semua “ Tok,, tok.. ” Seseorang membuka pintu ruangan tempat Morgan berkerja, mungkin itu sekretarisnya. Pikir Morgan.
“ Masuk.. ” memang sekretaris Morgan adalah sepupunya, jadi ia mengerti bahasa Indonesia. Morgan segera menyimpan foto Nacchan di lacinya, matanya membola seolah ia tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. Morgan segera bangkit dan memeluk orang itu.
“ Mama, kenapa gak bilang mau ke sini? ” tanya Morgan kepada tante Elisa, ibunda Morgan.
“ Mama sengaja ngasih kejutan buat kamu, oh ya 2 Bulan lagi kita ke Indonesia. Kamu kangen kan sama Indonesia? ” tante Elisa
“ Yang bener ma? Morgan kangen banget, Morgan juga kangen sama... ” ucapan Morgan terhenti saat tante Elisa menyebut nama “ Nacchan ”
“ Ia Sayang, mama akan pertemukan kamu sama Nacchan. Sekalian mama mau melamar dia untuk kamu ” tante Elisa. Morgan kaget bercampur bahagia, semoga ini bukan mimpi.
••••••
Jakarta, perempuan ini menangis sambil memeluk guling kesayangannya. Hatinya hancur, harapannya sirna, rasanya ini semua menyulitkan keadaannya. “ Dicky sudah bangkrut, dia tak pantas lagi untukmu Nacchan..!! Dia juga penyakitan, ” pernyataan yang terlontar dari mulut sang papa begitu menyakitkan perasaannya, baru saja ia bisa melupakan Morgan untuk Dicky. Namun, hubungannya tak di restui. Perusahaan papa Dicky bangkrut, dan itu alasan yang tak logis bagi Nacchan saat kedua orang tuanya menentang hubungan mereka berdua. “ Hiskk.. Papa sama mama jahat, kenapa mereka selalu memandang orang dari materi. Nacchan udah cinta sama Dicky, tapi... ” Nacchan kembali menangis mengingat percintaannya yang tak berjalan mulus.
“ Nacchan, Dicky sayang banget sama Nacchan. Dicky harap Nacchan jangan tinggalin Dicky yah? Walau nanti penyakit Dicky akan melumpuhkan Dicky?”
“ Ia, Nacchan janji ko Dick. Nacchan gak bakal tinggalin Dicky ”
“ Nacchan, perusahaan papa Dicky hampir bangkrut. Karena, papa kehilangan banyak uang untuk pengobatan Dicky. Nacchan gak bakal tinggalin Dicky kan, walaupun nanti Dicky jadi orang miskin yang penyakitan ”
“ Nacchan janji sama Dicky, Nacchan janji Dicky. Selama Morgan gak ada kabar 2 tahun belakangan ini, cuman Dicky yang mampu bahagiain Nacchan. Cuman Dicky..!! ” Nacchan kembali menangis mengingat kenangan beberapa minggu lalu, kini Dicky sudah terbaring lemah di rumah sakit. Dan Nacchan, ia sama sekali tak di perbolehkan untuk menjenguk Dicky. “ Hiskk.. Morgan maafin aku, aku khianatin kamu. Maafin aku juga Dicky, aku gak bisa nemenin kamu ”
••••••
2 Bulan Kemdudian, Morgan menghirup udara jakarta. Udara yang selama ini ia rindukan, ia langkahkan kakinya ke rumah yang mewah tersebut.
“ Ayo sayang.. ” tante Elisa menggandeng Morgan, ia dan anaknya sekarang sudah berada di rumah. Di sambut baik oleh para pelayan rumah tangga, rumah itu.
“ Morgan kangen rumah ini ma ” Morgan
“ Ia, gimana? Mama sudah menyuruh mereka memasak masakan kesukaanmu. Jadi kita makan sekarang. ” tente Elisa, Morgan mengangguk. Selama makan Morgan mengingat sesuatu, mengapa Nacchan tak menyambut kedatangannya. “ Mungkin Nacchan lagi nyiapin sesuatu buat aku ” Morgan kembali melahap hidangan yang tersaji di depan matanya.
Seminggu sudah Morgan di Indonesia namun Nacchan sama sekali belum menemuinya, ia melamun dan merenung. Apa ini salahnya? Karena selama ini jarang menghubungi Nacchan, apa ini akibat yang harus ia terima?
“ Permisi tuan, saya sudah mendapatkan informasi nona Natthania ” ucap salah satu orang suruhan Morgan. Ia menatap orang itu dan berkata “ Apa ?” kalimat yang singkat, padat dan jelas.
“ Nona Nacchan sekarang tinggal di kota Bandung. Karena, ayahnya terkena serangan jantung gara-gara ia ketauan korupsi. Dia bersama ibunya tinggal di rumah neneknya. Ini alamatnya ” orang itu memberikan secarik kertas yang berisi sebuah alamat kepada Morgan, setelah mendapatkan alamat itu Morgan memberi kode agar orang itu pergi. “ Cintaku, aku akan datang untukmu. Maafkan aku sudah menyiakan kamu selama ini ”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar