Terkadang kita harus merelakan semuanya yang sudah terjadi, terkadang pula kita harus belajar ikhlas dan tabah. Mungkin, ini jalan tuhan untuk orang yang kita Cintai. Ingat..!! Tuhan selalu mempunyai rencana indah untuk semua mahluk ciptaannya.
“ Aku merelakan kalian pergi, aku merelakan kalian untuk pergi ke ke sisi tuhan. Semoga kalian berbahagia di sana.. Mama, papa, Dicky kalian akan selalu jadi yang terindah dalam hidupku ” Nacchan tersenyum, sembari menghapus air matanya. Ia sadar, kini ia sudah tak punya orang tua lagi. Namun, ia harus bangkit dia masih mempunyai sang nenek. Nenek yang selalu ada untuknya. Ia tak boleh sedih, ia harus senyum semangat.
“ Nacchan sayang, kamu tak mau makan dulu nak? ” saat Nacchan sedang menatap langit yang di tebari oleh beribu bintang, nenek ros menepuk bahu Nacchan. Ia usap puncak kepala cucu kesayangannya itu.
“ Nanti saja nek, Nacchan masih mau liat binta Nek. Nacchan mau liat mama, papa dan Dicky yang sudah menjadi Bintang ” Nacchan menatap sang nenek, matanya kembali berkaca-kaca. Namun, sebisa mungkin Nacchan menyeka air matanya.
“ Ya sudah kamu nenek masuk dulu yah nak ” Nenek Ros memeluk cucunya, ia cium pipi Nacchan yang chuabby itu. “ Jangan lama-lama di luar, udara dingin tidak baik untuk kesehatan ” Nenek Ros menasehati Nacchan, sebelum ia melangkahkan kakinya pergi ke rumah tua tersebut.
•••••
Kini aku akan segera menggapaimu, aku akan mencoba untuk mendapatkanmu kembali. Rasanya tak sabar bagi diriku untuk segera mendekap tubuh mungilmu, mencubit pipi chuabbymu, mengusap setiap tetes air mata yang keluar dari kelopak mata indahmu, dan juga mengecupmu. Morgan melangkahkan kakinya, ia berjalan lurus untuk menghampiri sang gadis yang tengah asyik melukis.
“ Oh tuhan katakan padanya, ku merindukannya. Oh Cinta katakan padanya, dia selalu di hatiku ” Morgan bersenandung kecil, suara indah nan merdu ia nyanyikan untuk Nattahania Chrysti. Nacchan menoleh kebelakang, rasanya ia tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. Pemuda bertubuh kekar yang tampan, dan sudah bertahun-tahun tak ia lihat. “ Morgan ” Nacchan tak percaya, ia sempat ragu untuk mengucap namanya.
“ Apa kabar eonni Nia? ” Morgan mengucapkan panggilan sayangnya saat ia menanyakan kabar Nacchan.
“ Aku baik ” Nacchan tersenyum simpul. Sadar Morgan telah mengecewakannya, Nacchan segera membereskan semua peralatan lukisnya. Ia hendak bergegas pergi dari tempat itu. Namun, Morgan menahan tanggannya.
“ Kau kenapa? ” Morgan menatap Nacchan dalam. “ Harusnya aku yang nanya, kamu kenapa gak ada kabar ” Nacchan menatap sinis Morgan dan segera menepis tangan Morgan yang memegangi pergelangan tangannya.
“ Maafkan aku.. Aku sibuk ” Morgan menundukan kepalanya. Ia sadar bahwa ia salah kepada Nacchan.
“ Sibuk? Selama 2 tahun gak ada kabar, apa itu sibuk? Sibuk sama pacar baru ” Nacchan.
“ Aku benar sibuk Nacchan, aku gak pernah selingkuh dari kamu. Aku selalu sayang sama kamu ” Morgan.
“ Maaf aku gak bisa ” Nacchan langsung berlari menjauh dari Morgan.
“ Nacchan.. ”
•••••
Mungkin, kita harus sadar. Kita harus mundur. Karena, kita yang telah menjadi penghinat Cinta. Terkadang kita harus mengalah kepada hati dan perasaan. Karena, kita tidak bisa menjaga Cinta itu. Nacchan bukan benci kepada Morgan yang tidak ada kabar. Tapi, Nacchan benci kepada dirinya sendiri. Karena, ia sudah menduakan Morgan dengan Dicky, sahabat Morgan.
“ Hskk.. Aku gak pantes buat kamu Morgan. Aku udah gak kaya dulu lagi. Aku sekarang tidak punya apa-apa ” Nacchan terisak di bawah pohon rindang yang berada di bukit. Ia tenggelamkan wajahnya di antara kedua lutunya.
“ Aku yang khianati kamu, aku yang gak setia sama Cinta kita. Maafin aku Morgan.. ” Nacchan terus-terusan teriska. Sampai-sampai ia tak sadar bahwa seorang lelaki sudah berada di sampingnya.
“ Aku tak pernah merasa di khianatai. Karena, aku tau aku dan kamu itu CINTA..” Nacchan berhenti terisak. Ia berdiri dan menatap Morgan dengan raut wajah yang sulit di artikan.
“ Maafin aku Morgan ” Nacchan memalingkan wajahnya. Morgan hanya tersenyum ia berdiri lalu memeluk Nacchan dari belakang.
“ Aku selalu memaafkan kamu ” Morgan berbisik ia taruh dagunya di pundak Nacchan.
“ Maafin aku juga yah, selama ini aku gak ada kabar? ” Nacchan hanya mengangguk. Lalu ia membalikan badannya dan segera memeluk Morgan erat.
Cinta memang mampu mengubah segalanya. Walaupun sudah di pisahkan oleh jarak dan waktu. Namun, hati tidak bisa di bohongi bahwa kita sangat membutuhkannya. Bahwa kita sangat membutuhkan Cinta itu.
Jangan pernah memandang Cinta dari materi, karena itu takan pernah bahagia selamanya. Namun, pandanglah Cinta dengan rasa asih dan sayang. Bahwa sesungguhnya kita butuh Cinta untuk mewarnai hari-hari kita :).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar