"Rafael loe Gila yah ? Liat dong tangan loe berdarah"Difa
"biar gue bersiin yah"Difa, Rafael ia hanya mengangguk. Segera Difa membawa Air hangat dan Lap
"Raf loe jangan kaya gini dong"Difa, sambil membersihkan luka yang ada di tangannya Rafael
"udah ah, gue mau pergi dulu"Rafael
"Raf mending loe pulang ke Rumah ya kasian Baby"Difa
"ia ia Gue pulang"Rafael
"aku ikut, kamu bawa mobil aku aja"Difa
"ya udah yuk"Rafael, akhirnya mereka pulang ke Rumah Rafael
***
"mah sakit mah"Ucap seorang Gadis Cantik ya dia Beby
"kamu sabar ya sebentar lagi kaka kamu pulang"Ucap Seorang wanita paruh baya tante Nilam *betul gak ?* Ya dia ibu Beby
"ya ampun Rafael kamu kemana sih, kasian adik kamu"Tante Nilam, ya memang kondisi Beby sangat tidak memungkinkan penyakitnya kambuh
"hizk.. Anak ituh ia tak sadar sudah 2 hari tak pulang dari Rumah"Tante Nilam
"tok,,tok tok"Sepertinya ada yang mengetuk pintu segera tante Nilam membuka pintu berharap Rafael lah yang datang
"Cklek"
"Raf..."Ucapannya terhenti begitu mengetahui yang datang bukan anaknya melainkan Ibu pemilik kontrakan
"Lama banget bukanya"ucap ibu ituh dengan nada tinggi
"Ma Maaf"Tante Nilam
"mana uang kontrakan ?"Tanyanya
"Maaf bu saya belum bisa bayar beri saya waktu"Tante Nilam
"beri waktu gak gak ada yang namanya tambahan waktu. Kalau memang tidak bisa bayar mendingan angkat kaki. Lagi pula sudah banyak yang ingin mengontrak di rumah ini"Bentaknya
"saya mohon bu anak saya sedang sakit, tunggu kakanya dulu pulang pasti saya bayar"Tante Nilam ia sambil bersujud
"nunggu anakmu Si Rafael. Anak brandalan kaya dia mana mungkin bisa kerja sudahlah angkat kaki dari sini ..!!"Ucapnya sambil mendorong tante Nilam
"Mamah"Ucap Rafael yang baru datang bersama tante Difa dari kejauhan ia langsung berlari menghampiri Ibunya
"mah mamah ini apa* an sih make Sujud* segala ke Ibu* bau kaya dia"Rafael bukannya menolong ia malah memarahi ibunya
"raf loe tuh apa* an sih bukannya bantu ibu loe"Difa
"bu ayo bangun"Difa sambil membantu tante Nilam bangun
"Kalian benahi barang* kalian dan angkat kaki dari rumah saya"Ucap Ibu* itu langsung pergi
"mah mamah malu*in Rafael aja"Rafael
"maafin Rafa mamah"Tante Nilam
"udah ya tante, Baby mana ?"Difa
"ya ampun Baby"Tante Nilam langsung masuk ke rumahnya
"Raf yuk susul"Difa
"ogah loe aja deh"Rafael
"loe..."Difa ia langsung pergi
"ya ampun Baby..!!"
***
Sudah Jam 7 malam, namun Morgan belum pulang dari makam kekasihnya itu.
"aku pulang dulu ya Citra .. Besok aku kesini lagi"Morgan, sambil menaruh bunga di kuburan kekasihnya itu dan langsung pergi.
Sesampainya di Rumah Morgan terlihat banyak Mobil dan juga dari dalam terlihat alunan Music Dj. Ia langsung masuk ke Rumah mewahnya itu dan terlihat adiknya tengah melakukan Party. Karena geram ia langsung mematikan music itu.
"Loe apa*an sih ka ganggu acara gue aja"Ucap sang adik, Bisma
"berisik gue dengernya, mendingan loe bubarin temen* loe"Morgan
"Loe siapa sih, papah aja gak marah"Bisma
"jelas papah gak marah orang dia sama bejat nya kaya loe"Morgan, terlihat seorang lelaki paruh baya yang tengah mengempalkan tangannya itu
"jaga mulut kamu Morgan"Ucap lelaki itu ternyata ia ayah Morgan dan Bisma
"memang benar kan kalian bejat. Melakukan cara licik hanya untuk memperlancar bisnis papah. Dan membiarkan orang lain menderita"Morgan
"PLAKK"Satu tamparan mendarat dipipi Morgan
"Sekarang kamu Pergi dari Rumah ini dan pulang ke Rumah mamah mu"
"tanpa di suruh Morgan akan pergi. Morgan gak mau tinggal di Rumah dan menikmati Uang yang di dapatkan dgn cara licik"Morgan ia langsung pergi
"anak itu"Lelaki itu sambil memegangi dadanya
"pah papah tenang dulu ya, nanti penyakit jantung papah kambuh"Bisma
"makasih Bisma kamu memang anak papah. Dan dia aku gak akan ngakuin dia ANAK LAGI"
"biar gue bersiin yah"Difa, Rafael ia hanya mengangguk. Segera Difa membawa Air hangat dan Lap
"Raf loe jangan kaya gini dong"Difa, sambil membersihkan luka yang ada di tangannya Rafael
"udah ah, gue mau pergi dulu"Rafael
"Raf mending loe pulang ke Rumah ya kasian Baby"Difa
"ia ia Gue pulang"Rafael
"aku ikut, kamu bawa mobil aku aja"Difa
"ya udah yuk"Rafael, akhirnya mereka pulang ke Rumah Rafael
***
"mah sakit mah"Ucap seorang Gadis Cantik ya dia Beby
"kamu sabar ya sebentar lagi kaka kamu pulang"Ucap Seorang wanita paruh baya tante Nilam *betul gak ?* Ya dia ibu Beby
"ya ampun Rafael kamu kemana sih, kasian adik kamu"Tante Nilam, ya memang kondisi Beby sangat tidak memungkinkan penyakitnya kambuh
"hizk.. Anak ituh ia tak sadar sudah 2 hari tak pulang dari Rumah"Tante Nilam
"tok,,tok tok"Sepertinya ada yang mengetuk pintu segera tante Nilam membuka pintu berharap Rafael lah yang datang
"Cklek"
"Raf..."Ucapannya terhenti begitu mengetahui yang datang bukan anaknya melainkan Ibu pemilik kontrakan
"Lama banget bukanya"ucap ibu ituh dengan nada tinggi
"Ma Maaf"Tante Nilam
"mana uang kontrakan ?"Tanyanya
"Maaf bu saya belum bisa bayar beri saya waktu"Tante Nilam
"beri waktu gak gak ada yang namanya tambahan waktu. Kalau memang tidak bisa bayar mendingan angkat kaki. Lagi pula sudah banyak yang ingin mengontrak di rumah ini"Bentaknya
"saya mohon bu anak saya sedang sakit, tunggu kakanya dulu pulang pasti saya bayar"Tante Nilam ia sambil bersujud
"nunggu anakmu Si Rafael. Anak brandalan kaya dia mana mungkin bisa kerja sudahlah angkat kaki dari sini ..!!"Ucapnya sambil mendorong tante Nilam
"Mamah"Ucap Rafael yang baru datang bersama tante Difa dari kejauhan ia langsung berlari menghampiri Ibunya
"mah mamah ini apa* an sih make Sujud* segala ke Ibu* bau kaya dia"Rafael bukannya menolong ia malah memarahi ibunya
"raf loe tuh apa* an sih bukannya bantu ibu loe"Difa
"bu ayo bangun"Difa sambil membantu tante Nilam bangun
"Kalian benahi barang* kalian dan angkat kaki dari rumah saya"Ucap Ibu* itu langsung pergi
"mah mamah malu*in Rafael aja"Rafael
"maafin Rafa mamah"Tante Nilam
"udah ya tante, Baby mana ?"Difa
"ya ampun Baby"Tante Nilam langsung masuk ke rumahnya
"Raf yuk susul"Difa
"ogah loe aja deh"Rafael
"loe..."Difa ia langsung pergi
"ya ampun Baby..!!"
***
Sudah Jam 7 malam, namun Morgan belum pulang dari makam kekasihnya itu.
"aku pulang dulu ya Citra .. Besok aku kesini lagi"Morgan, sambil menaruh bunga di kuburan kekasihnya itu dan langsung pergi.
Sesampainya di Rumah Morgan terlihat banyak Mobil dan juga dari dalam terlihat alunan Music Dj. Ia langsung masuk ke Rumah mewahnya itu dan terlihat adiknya tengah melakukan Party. Karena geram ia langsung mematikan music itu.
"Loe apa*an sih ka ganggu acara gue aja"Ucap sang adik, Bisma
"berisik gue dengernya, mendingan loe bubarin temen* loe"Morgan
"Loe siapa sih, papah aja gak marah"Bisma
"jelas papah gak marah orang dia sama bejat nya kaya loe"Morgan, terlihat seorang lelaki paruh baya yang tengah mengempalkan tangannya itu
"jaga mulut kamu Morgan"Ucap lelaki itu ternyata ia ayah Morgan dan Bisma
"memang benar kan kalian bejat. Melakukan cara licik hanya untuk memperlancar bisnis papah. Dan membiarkan orang lain menderita"Morgan
"PLAKK"Satu tamparan mendarat dipipi Morgan
"Sekarang kamu Pergi dari Rumah ini dan pulang ke Rumah mamah mu"
"tanpa di suruh Morgan akan pergi. Morgan gak mau tinggal di Rumah dan menikmati Uang yang di dapatkan dgn cara licik"Morgan ia langsung pergi
"anak itu"Lelaki itu sambil memegangi dadanya
"pah papah tenang dulu ya, nanti penyakit jantung papah kambuh"Bisma
"makasih Bisma kamu memang anak papah. Dan dia aku gak akan ngakuin dia ANAK LAGI"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar